Mengagumi tanpa dicintai kembali
Membanggakan tanpa ditoleh sama sekali
Namun inilah nyatanya, aku telah mencintaimu karena Allah
Sebagaimana hakikatnya, cinta adalah fitrah yang wajar dimiliki setiap manusia
Namun aku tak mengerti mengapa aku memilikinya sampai saat ini
Jawabannya sederhana, karena aku mencintai sosok yang mencintai-Mu
Cinta ini sederhana, sesederhana ketika kau memakai pecimu dan tersenyum dihadapanku
Sungguh, ketika saat itu jantungku tak berhenti berdebar kencang
Aku rindu ketika kau tersenyum terhadapku
Mungkin salahku untuk terlalu banyak berkata pada mereka tentang rasa ini
Sehingga kau tahu apa yang kurasa
Mungkin kau tak lagi akan menoleh dengan memberiku secercah harapan
Aku senang memandangimu ketika kau sedang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an
Karena itu membuat hatiku bergetar, teringat akan Allah yang menciptakanmu
Subhanallah, aku tak pernah sangka bahwa Allah telah ciptakan seseorang sepertimu
Namun seperti yang tertulis dalam surat An-Nur:26 "dan wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik"
Dari situ aku mulai mempersiapkan diriku, menyadarkan diriku, dan mensolehahkan diriku
Karena aku ingin mendapatkan seorang lelaki yang mencintai Allah
Sehingga ketika cinta itu bertambah, maka cintaku kepada Allah pun bertambah
Tugasku bukan mencarimu, tetapi mensolehahkan diriku
Wahai engkau yang tertulis di lauhul mahfudzku, calon ayah dari anak-anakku
Aku percaya kau sedang memperbaiki diri, menyiapkan dirimu untuk bertemu denganku kelak suatu saat nanti
Aku tak tahu apakah engkau adalah seorang yang kufikirkan saat ini dan kucintai saat ini
Namun aku tahu, jika engkau yang tertulis di lauhul mahfudzku niscaya rasa itu akan Allah tumbuhkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar