Kadang, aku merasa sendiri dalam keramaian. Aku pun bingung. Mungkin, alasan mengapa mereka tersenyum adalah aku. Namun tanpa mereka sadari, aku terkadang membodohi mereka. Memanfaatkan setiap kebersamaan kami agar aku tak merasa sepi. Aku tak tahu kapan aku akan berhenti ketika aku telah jauh melangkah, dan tak mungkin akan mundur sebelum sampai pada tujuan utamaku. Andaikan aku seorang burung, maka kami akan berterbangan bersama, membentuk barisan yang begitu indah dilangit, menjadi alasan dalam kedamaian petang dan pagi hari. Karena sejatinya, tanpa kicau burung dipagi hari, maka dunia akan hening.
Sesungguhnya, aku lelah. Aku rasa aku telah cukup lama didunia. Tanpa mengetahui apa yang sudah Tuhan berikan padaku, menjadikan indah pada waktunya. Alasanku masih berdiri dan tersenyum disini adalah karna aku percaya, bahkan begitu yakin pada keajaiban yang akan terjadi suatu hari nanti. Mempunyai sayap, menjadi pendamai bagi dunia, mempunyai segerombolan burung lainnya. Walaupun belum pernah ku temukan dimanapun suatu kedamaian sejati itu.
Bahagia ataupun sedih. Aku tetaplah sama. Takkan berubah. Aku selalu berpura-pura bernyanyi dalam senduku tanpa menghiraukan bahwa dunia itu memiliki banyak duri menyakitkan didalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar