Hujan kembali turun lagi
Semiring angin malam begitu dingin
Membeku kan tubuh kecil ini
Merasuki tulang-tulang melalui celah kecil
Dan petir kembali mengingatkan aku tentang sesuatu
Sesuatu yang selalu ada dihidupku
Ya, waktu....
Saat aku mengingatnya
Aku hanya ingin memaki keadaan
Mencaci kegelapan yang semakin menutupi
Rasanya terlalu cepat engkau disini
Melukis kenangan yang begitu indah dikanvas kehidupanku
Mengukir indah namamu begitu dalam dihati ini
Namun, aku percaya
Allah mencintaiku dan dirimu, sehingga kita akan dipisahkan
Dari kejauhan, kita dapat merasakan nikmat-Nya yang lebih indah
Menjauhkan diri kita dari kemaksiatan
Walau cinta itu begitu indah
Namun percayalah kasih, cinta yang halal akan lebih indah
Akan mendekatkan diri kita pada cinta hakiki yang Allah janjikan pada kita
Dengan nama Allah, tidak ada yang bisa mencelakakan di langit juga dibumi
Allah yang maha mendengar dan Allah yang maha mengetahui
Aku akan melukis indah namamu pada embun pagi
Agar selalu terjaga dirimu dalam kerinduan
Agar tak terlupakan satupun kenangan yang engkau berikan
Adalah cinta yang sejati lah yang akan menagihmu kembali dan hilang lagi dariku.....
Kuserahkan penjagaannya kepadaMu
Selagi kau masih asing dan belum halal bagiku :')
cause writing is the only way to make my self trust that i am stronger than ever
Laman
Kamis, 10 Januari 2013
Kuserahkan penjagaannya kepadaMu ya Allah
Senin, 03 Desember 2012
Karena aku percaya, ada pelangi sesudah hujan
Kemarin aku menangis tersedu-sedu tanpa henti hingga dadaku sudah tak mampu lagi menahannya. Aku hanya sudah terlalu lama bungkam dan bersabar. Mencoba untuk menerpa badai yang selalu datang dan berusaha menegakkan tombak didepannya. Namun yang ada hanyalah aku tak sanggup dan kembali menangis. Sungguh, aku benci ketika aku menangis. Sesuatu hal yang membuat dadaku sesak dan memusingkan kepalaku. Tetapi faktanya adalah menangis dapat melegakan segalanya....
Lagi-lagi ada saja kejadian pada hari jum'at, tetapi yang ini sangat mengecewakan. Seorang keluargaku mengatakan padaku "Sudah banyak yg berkata buruk tentangmu di depanku, aku hanya bisa terdiam dalam sakitku" kira-kira begitulah katanya. Saat itu aku hanya terdiam, lalu menengadahkan kepalaku karena mataku sudah berkaca-kaca, aku hanya tak ingin tampak begitu lemah didepan mereka. Namun air mata ini tetap saja menetes. Sakitnya bukan main, dadaku sangat sesak. Kata-kata itu seolah memojokkanku, karena hampir setiap hari aku mendapatkan olokan dari mereka dan untuk kali ini, aku membuat keluargaku sendiri tersakiti ketika mendengarnya. Aku tahu pasti dia malu punya keluarga sepertiku. Aku berlari ke musholla roudhotut tolibin, saat itu aku hanya ingin menangis dihadapan-Nya, menanyakan apakah aku pantas mendapatkan seperti ini setiap hari? Apakah aku telah jauh dari-Nya? Sahabat-sahabatku mengerubuniku, mereka seolah menguatkanku dan beberapa dari mereka ikut menangis bersamaku. Sungguh, merekalah sahabat terbaik yang pernah aku punya. Membagi tangisnya denganku, dan merelakan kebahagiaannya hanya demiku, meneteskan butir-butir air mata dihadapan orang lain. Aku berajak dari tempat itu, karena waktu sudah menunjukkan waktu zuhur. Ketika solat, aku masih saja terisak sampai aku berdoa. Dan aku menutup mukaku rapat-rapat dengan tanganku, lagi-lagi masih ketahuan jika aku menangis. "Dita kenapa?" aku masih terdiam..... "Dita....kenapa? Cerita sama kakak. Ini kak bela. Kakak gak tau masalahnya, kakak tadi gak disana" aku membuka tanganku, lalu menggelengkan kepalaku. Kami hanya terdiam, sama-sama dalam keadaan hening. Lalu seorang kakak datang lagi, kemudian menggenggam tanganku erat-erat, dia menasihatiku. Namun aku menolak, aku berkata "Aku bukan menyalahkan siapa-siapa....Aku hanya membenci diriku sendiri, aku hanya ingin mati sekarang karena tiada yang bisa ku lakukan. Sama sekali tak ada". Dia kembali menasihatiku "Kakak pernah punya masalah dan pernah ingin mati, tetapi kakak kembali bertanya, akan malukah Allah punya makhluk seperti kakak....". Aku terdiam, malu, malu sebagai hamba-Nya yang hanya bisa mengadu, malu menangis bukan karena dosa, malu menyia-nyiakan waktu yang Dia berikan kepadaku, dan malu ketika aku tak bersyukur untuk hidup. Kemudian ia melanjutkan pembicaraannya "Jangan pernah bilang mau mati lagi ya dek. Kakak tahu dita orang yang kuat. Karena Allah gak akan ngasih sesuatu yang gak bisa kita lalui, dan cobaan adek sudah sangat besar, berarti Dita sudah cukup hebat. Dita itu sudah di atas. Janji gak akan bilang gitu lagi?" lalu dia menyisipkan kelingkingnya pada kelingkingku, aku tersenyum. Dan sahabatku meneteskan air mata melihat perbincangan itu, ketika usai kak Lia berkata. Sekarang giliran yastie yang menangis tersedu-sedu didepanku, dia mengatakan "Dita harus kuat..... Kita kan sudah sering ngadepin masalah gini, kita sama-sama tak! Ga ada yang ninggalin satu sama lain, apa kami pernah ninggalin kamu ketika kamu sedih? Inget tak, kamu punya kami dan Allah. Biarin orang mau bilang apa, aku tahu betul kau gimana." Aku menangis, ku peluk dia dengan sangat erat. Menangis dalam dekapannya, dan meneteskan air mataku pada jilbab indahnya. Semua sahabatku ikut menangis disana. Aku tahu betul, Allah akan memberikan sesuatu kesulitan beserta kemudahan. Dan aku meyakini, merekalah ( calon bidadari-bidadari surga ) ini lah yang Allah kirimkan untukku. Aku sangat bahagia, diantara 1000 orang yang membenciku, aku mempunyai Allah yang sangat jauh lebih besar daripada mereka. Dan haru biru menjadi hangat saat itu.
Lagi-lagi ada saja kejadian pada hari jum'at, tetapi yang ini sangat mengecewakan. Seorang keluargaku mengatakan padaku "Sudah banyak yg berkata buruk tentangmu di depanku, aku hanya bisa terdiam dalam sakitku" kira-kira begitulah katanya. Saat itu aku hanya terdiam, lalu menengadahkan kepalaku karena mataku sudah berkaca-kaca, aku hanya tak ingin tampak begitu lemah didepan mereka. Namun air mata ini tetap saja menetes. Sakitnya bukan main, dadaku sangat sesak. Kata-kata itu seolah memojokkanku, karena hampir setiap hari aku mendapatkan olokan dari mereka dan untuk kali ini, aku membuat keluargaku sendiri tersakiti ketika mendengarnya. Aku tahu pasti dia malu punya keluarga sepertiku. Aku berlari ke musholla roudhotut tolibin, saat itu aku hanya ingin menangis dihadapan-Nya, menanyakan apakah aku pantas mendapatkan seperti ini setiap hari? Apakah aku telah jauh dari-Nya? Sahabat-sahabatku mengerubuniku, mereka seolah menguatkanku dan beberapa dari mereka ikut menangis bersamaku. Sungguh, merekalah sahabat terbaik yang pernah aku punya. Membagi tangisnya denganku, dan merelakan kebahagiaannya hanya demiku, meneteskan butir-butir air mata dihadapan orang lain. Aku berajak dari tempat itu, karena waktu sudah menunjukkan waktu zuhur. Ketika solat, aku masih saja terisak sampai aku berdoa. Dan aku menutup mukaku rapat-rapat dengan tanganku, lagi-lagi masih ketahuan jika aku menangis. "Dita kenapa?" aku masih terdiam..... "Dita....kenapa? Cerita sama kakak. Ini kak bela. Kakak gak tau masalahnya, kakak tadi gak disana" aku membuka tanganku, lalu menggelengkan kepalaku. Kami hanya terdiam, sama-sama dalam keadaan hening. Lalu seorang kakak datang lagi, kemudian menggenggam tanganku erat-erat, dia menasihatiku. Namun aku menolak, aku berkata "Aku bukan menyalahkan siapa-siapa....Aku hanya membenci diriku sendiri, aku hanya ingin mati sekarang karena tiada yang bisa ku lakukan. Sama sekali tak ada". Dia kembali menasihatiku "Kakak pernah punya masalah dan pernah ingin mati, tetapi kakak kembali bertanya, akan malukah Allah punya makhluk seperti kakak....". Aku terdiam, malu, malu sebagai hamba-Nya yang hanya bisa mengadu, malu menangis bukan karena dosa, malu menyia-nyiakan waktu yang Dia berikan kepadaku, dan malu ketika aku tak bersyukur untuk hidup. Kemudian ia melanjutkan pembicaraannya "Jangan pernah bilang mau mati lagi ya dek. Kakak tahu dita orang yang kuat. Karena Allah gak akan ngasih sesuatu yang gak bisa kita lalui, dan cobaan adek sudah sangat besar, berarti Dita sudah cukup hebat. Dita itu sudah di atas. Janji gak akan bilang gitu lagi?" lalu dia menyisipkan kelingkingnya pada kelingkingku, aku tersenyum. Dan sahabatku meneteskan air mata melihat perbincangan itu, ketika usai kak Lia berkata. Sekarang giliran yastie yang menangis tersedu-sedu didepanku, dia mengatakan "Dita harus kuat..... Kita kan sudah sering ngadepin masalah gini, kita sama-sama tak! Ga ada yang ninggalin satu sama lain, apa kami pernah ninggalin kamu ketika kamu sedih? Inget tak, kamu punya kami dan Allah. Biarin orang mau bilang apa, aku tahu betul kau gimana." Aku menangis, ku peluk dia dengan sangat erat. Menangis dalam dekapannya, dan meneteskan air mataku pada jilbab indahnya. Semua sahabatku ikut menangis disana. Aku tahu betul, Allah akan memberikan sesuatu kesulitan beserta kemudahan. Dan aku meyakini, merekalah ( calon bidadari-bidadari surga ) ini lah yang Allah kirimkan untukku. Aku sangat bahagia, diantara 1000 orang yang membenciku, aku mempunyai Allah yang sangat jauh lebih besar daripada mereka. Dan haru biru menjadi hangat saat itu.
Dibawah pelangi rhoudotut tolibin,
Jum'at, 30 November 2012
Unforgettable moment
Rabu, 31 Oktober 2012
The power of faith
"Aku ingin menjadi pelangi, yang begitu setia menanti hujan reda"
Kata-kata ini begitu sederhana, bahkan hanyalah sebuah kalimat yang tiada arti bagi mereka. Namun, sejujurnya itulah jawaban dari kelelahanku, jawaban mengapa aku selalu menyukai hujan dan pelangi sesudahnya.
Semalam aku membaca artikel tentang albert einstein, siapa yang tidak tahu dengan ilmuwan yang satu ini. Dengan IQ yang tinggi dan begitu mempengaruhi dunia. Tetapi dia tumbuh bukan karena kesempurnaan yang Tuhan kasih kepadanya, melainkan kekurangan-kekurangan yang dia miliki. Dia adalah penderita disleksia, yaitu penyakit dimana penderitanya mengalami kesulitan untuk membaca dan belajar. Bahkan dia sempat dikeluarkan dari sekolahnya karena hal ini. Namun dibalik beribu-ribu kekurangan yang dia miliki, Allah tahu apa yang dia butuhkan, maka Allah memberinya satu kelebihan untuk menutupi semuanya. Kejeniusannya di bidang sains telah menyumbangkan banyak hal pada bidang ini. Semua ini karena dia selalu percaya "Tuhan tidak bermain dadu" katanya. Dia juga percaya bahwa imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan.
Aku terdiam sejenak semalam, aku yang kurasa tidak memiliki kekurangan separah itu malah asik bermalas-malasan dengan duniaku saja. Bagaimana bisa aku menjadi orang yang dikenang seperti tuan einstein ini? Aku hanya ingin menjadi bermakna ketika aku tiada.
Kehidupan itu seperti menulis, dan penulisnya adalah kita. Jadi, yang menentukan baik atau buruknya hidup kita adalah kita sendiri.
Bahkan aku sering sekali berkata "Aku lelah...." dalam setiap tulisanku. Aku lupa apa saja yang sudah Allah berikan padaku, ketika aku tersesat, maka Dia datang dan membimbingku kembali. Maka sesungguhnya aku telah banyak melakukan dosa ketika aku mengatakannya :')
Ibu, aku harap kau masih disini hingga aku mati nanti, kan ku buktikan bahwa hidupmu tak sia-sia. Hidupmu akan tersenyum. Aku berjanji akan membuat hari tuamu menjadi lebih berwarna, karena melihatku telah berada didepan dan tentunya dalam genggaman tanganmu.
Kata-kata ini begitu sederhana, bahkan hanyalah sebuah kalimat yang tiada arti bagi mereka. Namun, sejujurnya itulah jawaban dari kelelahanku, jawaban mengapa aku selalu menyukai hujan dan pelangi sesudahnya.
Semalam aku membaca artikel tentang albert einstein, siapa yang tidak tahu dengan ilmuwan yang satu ini. Dengan IQ yang tinggi dan begitu mempengaruhi dunia. Tetapi dia tumbuh bukan karena kesempurnaan yang Tuhan kasih kepadanya, melainkan kekurangan-kekurangan yang dia miliki. Dia adalah penderita disleksia, yaitu penyakit dimana penderitanya mengalami kesulitan untuk membaca dan belajar. Bahkan dia sempat dikeluarkan dari sekolahnya karena hal ini. Namun dibalik beribu-ribu kekurangan yang dia miliki, Allah tahu apa yang dia butuhkan, maka Allah memberinya satu kelebihan untuk menutupi semuanya. Kejeniusannya di bidang sains telah menyumbangkan banyak hal pada bidang ini. Semua ini karena dia selalu percaya "Tuhan tidak bermain dadu" katanya. Dia juga percaya bahwa imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan.
Aku terdiam sejenak semalam, aku yang kurasa tidak memiliki kekurangan separah itu malah asik bermalas-malasan dengan duniaku saja. Bagaimana bisa aku menjadi orang yang dikenang seperti tuan einstein ini? Aku hanya ingin menjadi bermakna ketika aku tiada.
Kehidupan itu seperti menulis, dan penulisnya adalah kita. Jadi, yang menentukan baik atau buruknya hidup kita adalah kita sendiri.
Bahkan aku sering sekali berkata "Aku lelah...." dalam setiap tulisanku. Aku lupa apa saja yang sudah Allah berikan padaku, ketika aku tersesat, maka Dia datang dan membimbingku kembali. Maka sesungguhnya aku telah banyak melakukan dosa ketika aku mengatakannya :')
Ibu, aku harap kau masih disini hingga aku mati nanti, kan ku buktikan bahwa hidupmu tak sia-sia. Hidupmu akan tersenyum. Aku berjanji akan membuat hari tuamu menjadi lebih berwarna, karena melihatku telah berada didepan dan tentunya dalam genggaman tanganmu.
"I may be nothing today, but i will be something someday" - Mega Dita Agustin.
Selasa, 30 Oktober 2012
If i was a bird.....
Jika semua orang sibuk untuk menyibukkan diri dalam keheningan, maka cara itulah yang selalu aku cari. Terkadang, aku hanya ingin berpura-pura tidak mengingat apapun didalam kehidupanku. Aku ingin merekam semua kejadian indah, dan mengulang-ulang kembali segala yang indah itu. Akan ku pastikan, aku akan bahagia. Menjadi bagian dan alasan mengapa masa itu ada dan tak pernah terlupakan. Aku ingin mengirup udara bebas dan terbang layaknya seekor burung, tanpa ada yang mengekang dan selalu dalam kedamaian. Terbang kemana saja ia mau, mencari dan selalu mencari. Walau harus sendiri dalam hening dunia yang begitu luas ini.
Kadang, aku merasa sendiri dalam keramaian. Aku pun bingung. Mungkin, alasan mengapa mereka tersenyum adalah aku. Namun tanpa mereka sadari, aku terkadang membodohi mereka. Memanfaatkan setiap kebersamaan kami agar aku tak merasa sepi. Aku tak tahu kapan aku akan berhenti ketika aku telah jauh melangkah, dan tak mungkin akan mundur sebelum sampai pada tujuan utamaku. Andaikan aku seorang burung, maka kami akan berterbangan bersama, membentuk barisan yang begitu indah dilangit, menjadi alasan dalam kedamaian petang dan pagi hari. Karena sejatinya, tanpa kicau burung dipagi hari, maka dunia akan hening.
Sesungguhnya, aku lelah. Aku rasa aku telah cukup lama didunia. Tanpa mengetahui apa yang sudah Tuhan berikan padaku, menjadikan indah pada waktunya. Alasanku masih berdiri dan tersenyum disini adalah karna aku percaya, bahkan begitu yakin pada keajaiban yang akan terjadi suatu hari nanti. Mempunyai sayap, menjadi pendamai bagi dunia, mempunyai segerombolan burung lainnya. Walaupun belum pernah ku temukan dimanapun suatu kedamaian sejati itu.
Bahagia ataupun sedih. Aku tetaplah sama. Takkan berubah. Aku selalu berpura-pura bernyanyi dalam senduku tanpa menghiraukan bahwa dunia itu memiliki banyak duri menyakitkan didalamnya.
Sabtu, 27 Oktober 2012
A little thing about today
"Walaupun pertemuanku dengannya tak seindah yang kubayangkan, setidaknya kita berbicara.....setelah sekian lama aku hanya bisa mengaguminya. Jadi bagaimanapun bentuk pertemuan itu, akan menjadi awal yang indah nantinya" - Cinta Pertama.
Aku tak mengerti mengapa aku begitu menyukai kutipan di film itu, sama halnya aku tak mengerti mengapa aku begitu menyukai hujan. Dalam hujan aku selalu berdoa, akan ada keindahan sebelum dan sesudahnya, bahkan ketika hujan berlangsung. Dalam sunyi, aku selalu menuangkan cerita dalam benakku, merangkai kata demi kata hingga menjadikannya bahagia dalam sebuah tulisan.
Dan hari ini, ternyata dari ribuan kutipan film yang ada dan hanya satu yang kusuka itu menjadi nyata. Aku seperti masih bermimpi. Seberani itukah aku? Berbicara dengan menatap wajahnya. Sederhana, singkat dan mungkin tak berarti apa-apa. Tetapi memiliki berjuta rasa didalamnya.
"Melihat wajahnya saja aku sudah tidak sanggup, apalagi berbicara padanya" Yah..... Hal ini sering sekali kulontarkan dimulutku, dan ternyata aku baru saja melakukannya. Rasanya seperti tidak mungkin, rasanya aku terlalu berani dan lancang. Namun, ya......cerita yang terjadi di sekolah ini, biarin aja terjadi disini. Akan menjadi kenangan indah setelah kejadian sebelumnya yang begitu ku kenang sampai sekarang.
"Cinta, apakah benar-benar ada? Aku menjadi bermakna bukan ketika cinta menghampiriku, tetapi aku merasa sudah bermakna sejak berhadap cinta menghampiriku. Karena apa yang bermakna dalam hidup selain harapan" - Cinta pertama.
Aku tak mengerti mengapa aku begitu menyukai kutipan di film itu, sama halnya aku tak mengerti mengapa aku begitu menyukai hujan. Dalam hujan aku selalu berdoa, akan ada keindahan sebelum dan sesudahnya, bahkan ketika hujan berlangsung. Dalam sunyi, aku selalu menuangkan cerita dalam benakku, merangkai kata demi kata hingga menjadikannya bahagia dalam sebuah tulisan.
Dan hari ini, ternyata dari ribuan kutipan film yang ada dan hanya satu yang kusuka itu menjadi nyata. Aku seperti masih bermimpi. Seberani itukah aku? Berbicara dengan menatap wajahnya. Sederhana, singkat dan mungkin tak berarti apa-apa. Tetapi memiliki berjuta rasa didalamnya.
"Melihat wajahnya saja aku sudah tidak sanggup, apalagi berbicara padanya" Yah..... Hal ini sering sekali kulontarkan dimulutku, dan ternyata aku baru saja melakukannya. Rasanya seperti tidak mungkin, rasanya aku terlalu berani dan lancang. Namun, ya......cerita yang terjadi di sekolah ini, biarin aja terjadi disini. Akan menjadi kenangan indah setelah kejadian sebelumnya yang begitu ku kenang sampai sekarang.
"Cinta, apakah benar-benar ada? Aku menjadi bermakna bukan ketika cinta menghampiriku, tetapi aku merasa sudah bermakna sejak berhadap cinta menghampiriku. Karena apa yang bermakna dalam hidup selain harapan" - Cinta pertama.
Rabu, 12 September 2012
Cinta dalam islam
Assalamu'alaykum akhi wa ukhti sekalian. Apa kabarnya hari ini? Semoga selalu baik-baik saja ya. Atau ada yang lagi galau? Kalau bicara tentang galau, biasanya langsung menjurus ke cinta. Baiklah, sekarang adalah masa kita, masa dimana kita mulai tertarik dengan lawan jenis. Mulai memerah muka kita apabila ia mendekat, mulai tak karuan rasa apabila dia memandangi, dan lain-lainnya. Semua indah apabila ada dia (yang kamu cintai) didekatmu. Namun, ketika kita tahu dia sudah memiliki yang lain. Rasa tersebut terasa terhempas dan terjatuh. Hmmmm jadi yang ingin saya ceritakan bukanlah kegalauan atau rasa yang sedang saya rasakan, sedikit berbagi tentang arti cinta sebenarnya menurut pandangan islam. Selamat membaca! :)
Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :
(1) Lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain.
(2) Lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain.
(3) Lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.
Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:
1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.
5. Cinta ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).
6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)..
7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi..
8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, layukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286).
Cinta sangatlah sulit jika dijelaskan dengan kata-kata. Mungkin definisi cinta hanya dapat kita rasakan. Ibnul Qayyim pun juga pernah mengatakan bahwa :
“Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri”.
Pada hakekatnya Cinta itu adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah SWT, maka ia akan menjadi ibadah. Dan apabila sebaliknya, jika cinta itu tidak sesuai dengan ridha Allah SWT maka akan menjadi perbuatan maksiat (seperti yang terjadi pada zaman sekarang ini). Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada Agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)”.
Jadi, cintailah Rabb-Mu dahulu, baru makhluknya. Dan cinta kepada Allah tidaklah lebih besar daripada cinta duniamu.
Doaku hari ini: Ya Allah jauhkan kami dari zinah apapun, termasuk menzinahi hati, mata dan fikiran kami. Lindungilah kami dalam segala hal yang menyesatkan kami.
Karena cinta sejati adalah milik-Nya bukan kamu, dia dan mereka :)
Sabtu, 18 Agustus 2012
Astagfirullahaladzim. Astagfirullahaladzim. Astagfirullahaladzim. Hari ini adalah hari terakhir puasa, begitu menjadi sesuatu yang berharga bagi saya dibulan Ramadhan, terasa cepat berlalu. Takbir berkumandang lalu menjadi getar dihati. Seperti hal biasanya, mereka menyalahgunakan malam kemenangan ini dengan bersenang-senang hingga berbuat maksiat. Malam ini aku bersama keluargaku keluar ke mid night sale, dan ketika sudah mendapatkan baju, kami bergegas mencari makanan karena perut kami begitu keroncongan. Kami memilih tempat yang masih hidup ketika sudah menjelang malam, tempat yang begitu nyaman, ada live music dan lain-lain. Namun suatu hal yang membuatku kecewa, baru saja aku melangkahkan kakiku kedalam sana, seseorang wanita yang begitu cantik memamerkan tubuhnya, nyaris tidak berbaju. Hatiku piluh sepiluh-piluhnya, ku pandangi terus wanita itu, berharap dia menoleh dan menyadari bahwa aku melihatnya begitu salah. Dan akhirnya diapun menoleh padaku, tatapannya seperti ibu tiri. Ku tundukkan kepalaku, aku menggeleng-geleng. Bertanya-tanya dalam hati tentang mengapa dia begitu senang memakai baju primitif itu. Setiap mata menoleh padaku malam ini, mereka aneh, ada gadis berjilbab didalam itu, dan jilbabnya begitu panjang. Jelas aku risih dengan pandangan mereka, seolah-olah disini aku yang salah, salah menempatkan diri didalamnya. Ku nikmati saja live music disana, sampai ku toleh lagi wanita yang memakai baju primitif itu, ternyata dia sedang memandangiku lagi. Kudoakan dalam hatiku semoga Allah memberinya hidayah, setidaknya ketika dia tidak bisa menjadikan dirinya berjilbab, berpakaian sopan saja sudah memberiku ketentraman. Lalu ketika aku makan, aku menoleh pada sudut kananku, ku dapati orang yang ku kenal dahulu, cantik secantik-cantiknya seperti barbie, namun sayang, saat itu dia sedang asik dengan sekuntung rokoknya. Hatiku sangat renyuh, apakah ini salah kami yang tak pernah mengingatkan sesama? Sudah lama aku tak menemui lagi tempat seperti itu. Ternyata begitu banyak cerita renyuh seperti dahulu kala. Apakah ini akhir zaman? Ya Allah Ya Rabbi. Ampuni dosa kaum kami ya Allah, jikalau kami telah berbuat begitu maksiat :(
Langganan:
Postingan (Atom)

