Kau tahu? Bukan hanya kau yang bersedih. Banyak sekali orang diluar sana yang bersedih. Sedihmu juga sedihku, kawan. Maka, sudilah kau untuk berbagi denganku. Walau airmatamu menetes dipundakku sejuta kali pun. Menangislah bila harus menangis. Jangan kau tahan. Agar tiada lagi rasa sesak di dada. Agar tercurah semua rasa yang sedang kau rasa. Atau setidaknya, ketika kau menangis kau merasakan nikmat-Nya yang sungguh indah. Andai Allah tak memberimu air mata, maka bagaimana cara kau mencurahkan segalanya? Dan kau tahu? Ketika kau menangis, maka kau sama saja membersihkan air matamu. Maka nikmat Tuhan-mu yang mana yang kau dustakan?
Cinta memang bisa membuatmu menangis. Merengek-rengek seperti anak kecil meminta permen. Ketika semua orang meninggalkanmu. Percayalah, Allah selalu menyiapkan malaikat-malaikat yang siap mendengarkan keluh kesahmu. Atau jika tidak. Allah selalu siap mendengarkan tangismu. Kadang, ketika kau sedang bersedih. Itu tandanya Allah merindukan rintihanmu. Allah rindu berdua-duaan denganmu. Allah mencintaimu, sahabat! Mungkin kau juga lupa, bahwa Allah adalah tempat berlabuh terakhir ketika semua dermaga tertutup. Dan kapalmu tak sanggup lagi untuk mengayuh. Ketika kau sudah tak tahan lagi dengan ombak yang sangat besar. Berhentilah sejenak. Menjauh dari kehebatan ombak tersebut. Cobalah untuk ambil hikmahnya.
Seseorang pernah berkata padaku, "Jangan pernah kau letakkan segala harapmu pada manusia. Letakkanlah segalanya pada Allah. Sungguh, janji Allah tak pernah ingkar!" memang benar. Ketika kita sudah mencintai sesuatu, cinta akan menagih semuanya dari yang kita punya. Bahkan seluruh harapan hanya terletak padanya. Sekarang, tinggal kau pilih. Mau kau serahkan kemana seluruh harapmu, dia atau Dia?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar