Laman

Jumat, 26 Juli 2013

Getaran itu datang lagi....




Aku menatap ke arah lapangan dari balkon kelasku. Menerawang ke arah masa lalu, seakan-akan menghadirkanmu lagi dalam sekolah itu. Sekolah ini, memiliki banyak kenangan yang tak terlupakan. Salam itu, senyuman itu. Dan terkadang, satu-satunya alasan mengapa saya bisa tersenyum jua adalah karena senyuman itu. Aku kembali menitihkan air mata. Karena rasa dan getaran itu kembali menyapa, menyinggung kesendirianku saat ini, seakan berlari-lari di pikiranku. Aku masih sama. Berkutat dan berkawan pada getaran itu. Rasanya tetap sama. Namun semenjak luka dan sedih datang, aku enggan menyambutnya dengan senyuman. Terkadang, aku hanya ingin membuangnya jauh-jauh. Karena dalam tangisku, sudah cukup membuatku menghilangkan segala getar dihati.Aku yang sampai saat ini masih berkawan pada getaran itu, kini belajar menjadikan diri ini bisa membuangnya jauh-jauh.

Getaran ini, getaran suci yang aku tahu adalah getaran dan perasaan yang Dia titipkan untukku. Tugasku bukanlah untuk melahap rasa itu mentah-mentah. Melainkan menjaga semua rasa ini, menyikapinya lebih dewasa dan belajar dari luka yang Dia berikan padaku. Dan aku yakin jika memang dialah imamku yang Dia titipkan untukku, maka rasa dan getaran ini masih tetap sama dan berlabuh pada suatu cinta yang suci. Sebuah rasa yang pasti di ridhoi-Nya. Aku percaya, Dia telah menyelipkan rasa yang indah dalam hati ini, maka tak sepatutnya aku tidak menjaganya.

Yaa Allah, jika dalam hati ini terpaut cinta selain-Mu, jadikanlah cinta ini karena-Mu, agar cintaku kepada-Mu bertambah kuat pada-Mu. Aamiin Allahumma amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar