Assalamu'alaykum wr.wb. Akhi wa ukhti yang saya cintai karena Allah. Alhamdulillah, setelah 5 hari saya berliburan. Hitung-hitung sambil menyelam minum air, ya sambil liburan sekalian cari ilmu yang bermanfaat. Alhamdulillah kembali dalam keadaan sehat dan selamat :) sedikit berbagi kisah, dan semoga bermanfaat ya.
Hari pertama sampai di Tangerang, langsung mendarat di Darul Qur'an dan disambut dengan santri-santri yang sedang dengan khusyuknya menghafal al-qur'an. Dan demi Allah ini sangat membuat hati ini renyuh se-renyuh-renyuhnya. Malu, sebenarnya sudah berapa banyak hafalan yang saya lakukan? Cemburu, takut Allah lebih mencintai mereka daripada saya. Disana juga ada sistem 'one day one hadist'. Kami turut menghafal dan rasanya begitu bahagia menjadi bagian dari mereka.
Bahagia itu sederhana <- saya baru benar-benar mengetahui apa makna sesungguhnya daripada ini. Jadi selama 5 hari itu, kami mengunjungi beberapa pesantren, yaitu darul qur'an dan daarut tauhid. Disana kami mendapatkan banyak pelajaran, salah satunya ketika di daarut tauhid, kami mengunjungi rumah dari pemilik pesantren tersebut. Ya, ustadz aa' gym. Ternyata jauh daripada ekspektasi saya, rumah yang saya kira besar dan megah. Ternyata hanya sebuah rumah yang sederhana. Padahal aa' gym adalah orang yang dirasa sangat tidak kekurangan, bahkan beliau pernah memimpin 27 perusahaan sekaligus. Dan ternyata beliau apabila berpergian selalu menggunakan sepedanya, dia tetaplah sederhana. Sekali lagi, sangat sederhana.
Di daarut tauhid lagi, ketika sedang mengambil wudhu, saya bertemu dengan teh ninih (istri aa' gym) mukanya cerah, cantik dan awet muda. Subhanallah, senyumnya pun meneduhkan hati. Dia-lah calon bidadari surga yang benar-benar di janjikan Allah. Disana juga, saya menemukan banyak orang-orang yang ramah sekali menegur dan menyapa saya. Saya berkenalan dengan santri-santri muslimah, ada yang dari Aceh. Semangatnya jauh-jauh dari Aceh ke Bandung hanya untuk mondok dan kuliah. Subhanallah, ini yang benar-benar membuat saya malu. Walau dalam kenyataannya juga, restu ibu dan ayah yang saya takutkan....
Dan ternyata ketika materi, semua yang menyampaikan materi adalah dari negeri andalas. Ya, mereka dari sumatera. Terutama sumatera bagian selatan. Ini juga yang membuat semangat saya semakin berkobar-kobar. Yang membuat saya semakin bermimpi besar adalah ketika materi tentang sebuah mimpi. Bahwa pemuda yang hebat adalah yang mempunyai mimpi hebat, ikhtiar hebat, karya hebat, ibadah hebat dan akhlak yang hebat. Moga kami adalah bagian dari itu....
Terlalu banyak cita-cita diri ini, yah, mulai hari ini sebut saja aku pemimpi kecil yang bermimpi besar. Menjadi hafidzah. Kuliah di FKG UNPAD dan mondok di daarut tauhid, dengan berdagang dan membiayai kuliah sendiri bahkan memberikan uang kepada orang tua. Membangun masjid, membangun pesantren dan rumah sakit gratis.
Sesungguhnya, yang kulakukan adalah untuk kedua orang tuaku. Karena ridho-Nya adalah ridho kedua orang tuaku. Dan harapanku adalah keduanya ku kantungi. Hingga mudah segala jalanku. Aamiin Allahumma amin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar